Wednesday, 26 October 2011

Working Mother or Full Time Mother???


“Hidup adalah pilihan” dan setiap pilihan pasti ada konsekwensinya.
Pada saat memutuskan untuk menikah dan akhirnya menjadi seorang IBU. Apakah saya harus tetap berkarir "Working Mother" atau di rumah saja “Full Time Mother”???

I’m a mother of two and also as a professional employee. Keputusan saya tetap berkarir, agar tetap bisa mengasah kemampuan karena tuntutan pekerjaan membuat saya mau tidak mau harus terus mengasah skill yang saya miliki sehingga saya akan terus-menerus bisa meng-up date semua info dan teknologi baru. Selain itu wanita jaman sekarang harus punya kemandirian financial. Dan terkadang bekerja justru menjadi alternatif hiburan bagi saya. Bagi saya dengan bekerja berarti bisa setiap hari keluar rumah dan bisa bertemu dengan teman-teman tanpa harus merasa pusing dan jenuh dengan rutinitas tugas-tugas rumah tangga.

Dilema yang sering dialami ibu bekerja pada umumnya relatif sama. Di rumah ia ingin menjadi ibu sekaligus istri yang baik, yang memenuhi semua kebutuhan termasuk kebutuhan spiritual dan emosional anak. Dalam waktu bersamaan, ingin kariernya di kantor terus menanjak, dan mencapai kesuksesan seperti yang didambakan setiap orang bekerja. 

Kesulitan utama yang dialami oleh ibu bekerja adalah dalam menyeimbangkan jiwa (passion), tenaga dan perhatian untuk keluarga, kantor dan diri sendiri. Untuk bisa menjadi ibu bekerja yang sukses di rumah dan di kantor, memang seorang ibu tersebut haruslah menjadi seorang super mom (saya pun masih terus belajar, walau masih sering terasa sangat sulit).

Meluangkan waktu yang berkualitas dan konsisten untuk Aifa dan Taqiy, salah satu yang penting untuk saya. Selain menyenangkan tapi juga bermanfaat bagi tumbuh-kembang si Aifa dan Taqiy. Karena itu sependapat apa pun jadwal kerja saya, Aifa dan Taqiy selalu mendapatkan perhatian dan cinta dari saya. Tips Kreatif Meluangkan Waktu Buat Si Kecil
Rutin menelepon,  membawa sesuatu (buah tangan) dan aktivitas sebelum tidur (seperti bercerita, berpelukan sambil menonton Barney sebelum tidur bisa menjadi kegiatan yang menumbuhkan imajinasi dan emosi anak).

Terkait dengan susahnya menjadi ibu bekerja yang sukses di rumah maupun di kantor, sangat dimengerti bila banyak wanita dengan kapabilitas dan prestasi yang tinggi sebagai profesional akhirnya memilih untuk resign dari kantor dan menjadi “full time mother”.

Memang seorang ibu, lazimnya ingin membesarkan buah hatinya dengan harapan dan cita-cita yang baik. Ada kebahagiaan tersendiri bila seorang ibu bisa melihat dan menyaksikan anak-anaknya tumbuh sehat dan cerdas. Tidak ada kebahagiaan yang bisa menandingi kebahagiaan seorang ibu yang memiliki anak-anak yang nantinya akan menjadi manusia yang yang soleh dan soleha, sehat jasmani dan rohani-nya,dan berguna bagi dirinya sendiri,orang lain bahkan bagi bangsa dan negaranya.

Buat saya mempersiapkan next generation lewat anak-anak di rumah, dengan ASI, pola asuh dan pendidikan terbaik, plus kerja sama dengan pasangan bukanlah perkara mudah. Butuh banyak belajar dan terus mencari ilmu. Berbagi dengan sesama pasangan, orang tua, keluarga dan teman ternyata memberi warna lain yang membawa kebahagiaan tersendiri.

Smart Parents.. Yuuupppps Smart Parents.. Apapun pilihan seorang wanita, baik dengan berkiprah sebagai Working Mother atau menjadi Full Time Mother, harus bisa ikut berpartisipasi menjadikan dunia “A Better Place

No comments:

Post a Comment