Tuesday, 18 October 2011

Bulan


Yups, hari ini saya putuskan tidak lembur, buru-buru pulang dari kantor, kejar kereta. Hossssss…... Demi anak gantengku Taqiy yang tiap malam sebelum tidur minta diayun-ayun, dinyanyikan lagu “Ambilkan bulan Bu” sambil lihat bulan. Aaaahhhhh…... 
Beautiful moment!!!


Ambilkan bulan Bu
Ambilkan bulan Bu

Yang slalu bersinar dilangit
Dilangit bulan benderang

Cahyanya sampai ke bintang
Ambilkan bulan Bu
Untuk menerangi

Tidurku yang lelap
Dimalam gelap.........


Mungkin menurut Taqiy, Bulan...... selalu terlihat cantik.
Banyak opini yang mengatakan, terkadang bulan seperti menggambarkan wanita yang sedang merajut di atas kursi roda. Terkadang seperti seorang ibu yang meninabobokan bayinya. Terkadang seperti wanita berambut panjang yang terduduk sambil membelai rambutnya.

Sering saya amati, bulan nampak membesar dan memerah ketika purnama tiba terbit dari ufuk ufuknya. Cantik...... sekaligus menyeramkan. Namun ada sedikit kekhawatiran, seberapa dekatkan jarak bulan ketika itu???

Namun perlahan ketika bulan mulai naik, ukuranya pun mengecil, namun warnanya lebih putih dari sebelumnya. Apalagi langit disekitarnya menghitam, ditemani bintang bintang. Cahaya matahari yang diterima bulan menerangi bulan dan sekitarnya.
Cantik sekali…………

Sebuah penelitian di tahun 1950 menemukan tempurung di bawah bulan setelab 30-50 km. Namun beberapa tahun kemudian ketika pesawat Amerika pertama mendarat di bulan, penemuan itu tidak dapat ditemukan mengingat terbatasnya aktivitas selama disana.

Begitu banyak pendapat dan penelitian tentang Bulan, buat saya dan mungkin Taqiy nantinya ia adalah sumber inspirasi dalam menemukan keindahan. Atau sekedar ingin memandangnya ditengah malam dan bintang bintang. Rasanya ketenangan itu lebih menyelimuti.

No comments:

Post a Comment