Friday, 30 September 2011

Story of Butterfly




Seorang gadis kecil menemukan kepompong kupu-kupu di halaman depan rumahnya. Suatu hari, kepompong tersebut muncul lubang kecil. Dari situ muncul kupu-kupu yang terus berjuang memaksakan dirinya untuk melewati lubang kecil itu dan berlangsung beberapa jam lamanya. Untuk sesaat kupu-kupu berhenti. Dia telah berusaha semampunya, tidak ada kemajuan dan kelihatan kehabisan tenaga dan tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya gadis kecil itu memutuskan untuk membantu. Dia ambil sebuah gunting kecil dan memotong sisa kekangan kepompong itu. Kupu-kupu itu keluar dengan mudahnya. Namun dia mempunyai tubuh gembung yang kecil, serta sayap-sayapnya yang mengkerut. Harapan dari gadis kecil itu nantinya sayap-sayapnya akan mekar melebar lalu terbang dengan indahnya.

Kenyataannya kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh yang gembung dan sayapnya yang mengkerut. Gadis kecil itu bingung bahwa kebaikan dan ketergesaannya berakibatkan sebaliknya.

Kepompong yang menghambat mendorong kupu-kupu berjuang untuk melewati lubang kecil itu sebenarnya adalah cara untuk memaksa cairan tubuh kupu-kupu ke pembuluh di dalam sayap-sayapnya sehingga sayapnya tersebut berkembang maksimal dan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong itu.

Dalam menjalani kehidupan sering kali kita harus banyak berjuang dengan keras. Jika Tuhan membiarkan hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak akan pernah terbang.

I asked for strength and God gave me difficulties to make me strong…
I asked for wisdom and God gave me problems to solve…
I asked for love and God gave me people to help…

Live life without fear,
Confront all obstactes and…………..
Know that you can overcome them

No comments:

Post a Comment